Lima Tradisi Unik Khas Indonesia Jelang Idul Adha

Pp4juw-XHari ini umat Islam di dunia merayakan hari raya Idul Adha, meski ada juga yang sudah melaksanakanannya kemarin. Lebaran ini tak kalah meriah dengan hari raya Idul Fitri. Beragam acara dilakukan masyarat untuk menyambut lebaran yang juga dikenal dengan lebaran haji tersebut. Apalagi di Indonesia yang kaya akan tradisi. Ada sejumlah tradisi unik yang dilakukan masyarakat Indonesia dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha. Apa aja itu travelers, simak yuk liputannya. Kali aja tahun depan bisa ngeliat langsung pas traveling ke sana.

1. Tradisi Mudik Warga Madura

suramadu-131015cJika pada umumnya masyarakat Indonesia melakukan mudik di hari raya Idul Fitri, tidak demikian dengan warga Madura. Mereka yang bekerja maupun belajar di luar daerah akan kembali ke kampung halaman pada saat hari raya Idul Adha. Hal ini dikarenakan dalam adat setempat, Idul Adha juga dikenal dengan nama lebaran besar sehingga mereka harus kembali ke kampung halaman. Makanya buat travelers yang akan liburan di sekitar Jembatan Suramadu maupun di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak, jangan heran deh kalau jalanannya macet banget. Karena terjadi lonjakan arus mudik dan arus balik. Untuk arus mudiknya sendiri biasannya terjadi pada satu hari jelang lebaran sementara arus baliknya terjadi pada tiga hari setelah lebaran.

2. Tradisi Manten Sapi, Pasuruan

manten-sapiMasih di kawasan Jawa Timur, ada tradisi yang cukup unik yang dilakukan oleh masyarakat Pasuruan, tepatnya oleh warga Desa Wates Tani, Kecamatan Grati. Sapi-sapi yang akan disembelih seusai sholat terlebih dahulu akan dihias layaknya pengantin dengan bunga tujuh rupa yang dirangkai menjadi bentuk kalung. Sementara tubuh sapi akan ditutupi dengan sehelai kain putih untuk selanjutnya diarak menuju masjid atau tempat panitia qurban. Katanya sih ini sebagai penghormatan kepada para hewan tersebut sebelum di sembelih. Wah … ada-ada saja ya. Para ibu-ibu juga tak mau tinggal diam untuk meramaikan acara tersebut. Mereka juga ada di barisan iringan tersebut dengan membawa peralatan menyembelih dan sejumlah bumbu-bumbu.

jemur-kasur-ritual3. Tradisi Jemur Kasur, Banyuwangi

Bergeser ke Banyuwangi ada lagi tradisi yang cukup unik untuk menyambut hari raya Idul Adha. Beramai-ramai warga Banyuwangi akan menjemur kasur mereka. Namun proses ini tidak sama dengan menjemur kasur pada umumnya karena harus melewati serangkaian upacara adat, seperti diiringi dengan tarian gandrung. Kasurnya juga cukup unik karena berbeda dengan kasur pada umumnya yang warna-warni. Kasur Banyuwangi terkenal dengan nama kasur gembil yang berwarna merah dan hitam. Merah bermakna keberanian dan hitam bermakna keabadian.

apitan4. Tradisi Apitan, Semarang

Jelang hari raya Idul Adha, masyarakat Semarang akan melakukan sedekah bumi dengan mengarak tumpeng dan hasil bumi ke jalan. Tradisi ini dikenal dengan nama Apitan dan dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas segala rizki yang telah diberikan. Hasil bumi seperti padi, cabai, terong, kacang, hingga timun ditumpuk hingga menyerupai gunungan dan dibawa ke kantor kelurahan. Gunungan hasil bumi ini kemudian didoakan dan diperebutkan oleh semua warga yanghadir.

grebeg gunungan5. Grebeg Gunungan, Yogyakarta

Hampir sama dengan tradisi Apitan di Semarang, Grebeg Gunungan ini juga berupa makanan yang disusun hingga menyerupai gunung dan diarak dengan kereta kuda dari keraton menuju Alun-Alun. Gunungan ini terdiri atas satu Gunungan Lanang dan dua Gunungan Putri. Gunungan ini kemudian didoakan dan selanjutnya menjadi rebutan warga. Kalau di daerahmu sendiri travelers, ada tradisi apa jelang Idul Adha? ;)